Rabu, 20 Mei 2020

Propaganda HTI


Ada firqoh atau sekelompok orang berkata "Orang yang tidak ingin menjadikan syari'at Islam dan khilafah, maka di pastikan NU nya tidak bersanad kepada Mbah Hasyim".
Berikut bantahan terhadap pernyataan di atas 👇

https://www.facebook.com/100005245956734/posts/1401111686740350/?app=fbl

Memang sejarahnya NU ingin menjadikan syari'at Islam atau minimalnya berjalannya syari'at Islam sebagai konstitusi.

Tapi setelah NU di pegang KH Ahmad Siddiq sebagai Rais am berduet dengan gusdur sebagai ketua umum maka keinginan ingin menjadikan negara Islam dan menjadikan syari'at Islam sebagai konstitusi sudah tidak ada lagi. Dengan pemikiran gusdur dan KH Ahmad Siddiq syari'at Islam itu untuk di amalkan bukan di konstitusikan. Dan orang orang ini yg dari kelompok hantu HTI dan FPI selalu melontarkan pernyataan berikut:
"Orang yang tidak ingin menjadikan syari'at Islam dan khilafah, maka di pastikan NU nya tidak bersanad kepada Mbah Hasyim".

Kalau memang mereka mengklaim sebagai pengikut NUnya Mbah Hasyim, Mbah Hasyim yg mana? Padahal hantu HTI ini telah menganggap nasionalisme bagian dari ashobiah, ashobiah itu haram bagi mereka. Sedangkan Mbah Hasyim yg mempunyai jargon حب الوطن من الإيمان nasionalisme bagian dari iman yg di perkuat lagi dengan من مات لأجل وطنه مات شهيدا barang siapa yang mati karena membela bangsa dan negaranya maka dia telah mati syahid. Pertanyaan nya mereka hantu HTI bersanad kepada Mbah Hasyim yg mana?

Hadrotusyech Hasyim Asy'ari yg alim dan Al-allamah yg telah mentashih Pancasila sebagai ideologi negara itu artinya beliau yg merestui Pancasila sebagai ideologi bangsa untuk di jadikan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Sedangkan hantu HTI telah mentogutkan Pancasila. Pertanyaan nya mereka bersanad kepada Mbah Hasyim yg mana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar