PERANG BUDAYA
Tulisan saya kali ini tidak membahas kebohongan Wahabi terhadap dalil imsak atau membongkar cerita palsu Wahabi terhadap aqidah al-Asyari, karena kebohongan dan cerita palsu tersebut sudah banyak dicounter oleh pejuang Aswaja lainnya. Tapi kali ini sengaja membahas masalah peci, songkok atau kopyah yang dikenakan Wahabi (Salafi) dan Aswaja (NU), serta budaya pakaian lainnya. Untuk lebih jelasnya, lihat foto di bawah ini.
Ternyata saat ini tidak hanya terjadi benturan peradaban (clash of civilization), benturan pemikiran (shira'uk fikri), perang pemikiran (thinking war) saja, tapi juga perang budaya (culture war) antara Islam radikal (Wahabi, HTI, PKS, FPI dan sejenisnya) dengan Islam moderat (NU, Muhammadiyah, dsb).
Coba amati, orang Wahabi, HTI, PKS, FPI, dkk tidak pernah atau jarang memakai peci hitam. Mereka sukanya memakai peci putih benang, peci model Timur Tengah atau peci model Afganistan. Sebenarnya memakai peci apapun itu sah-sah saja, tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika mereka menuduh peci hitam yang biasa dipakai warga NU itu sebagai peci bid'ah, peci nusantara atau peci lokal, seraya mencibirnya.
Sebenarnya tidak hanya budaya peci hitam yang ingin disingkirkan, tapi juga sarung, batik dan budaya Islam Nusantara lainnya. Ujung-ujungnya mereka mempromosikan budaya Arab, seraya mengatakan budaya pakain dan peci Indonesia itu bukan pakaian Nabi, bukan pakaian Arab, dan bukan pakaian Timur Tengah.
Lha memang yang disuruh untuk mengambil itu SYARIAT Nabi, bukan ADAT Arab. Jika adat, tradisi boleh memakai tradisi masyarakat muslim di belahan dunia manapun, asal tidak melanggar syariat Islam. Jadi adat disilahkan dilaksanakan asal tidak melanggar syariat.
Budaya pakaian yang ingin adalah peci hitam, sarung, batik, jilbab/hijab pesantren yang diganti dengan jilbab besar (jilbaber) bahkan diganti cadar. Sebaliknya mereka mempromosikan celana cingkrang, peci benang putih, peci model Afganistan, atau rompi model taliban.
Oleh karenanya, budaya berpakaian umat Islam Aswaja yang di Indonesia perlu dipertahankan, jangan diganti dengan budaya Timur Tengah. Untuk itu warga NU khususnya dan umat Islam Aswaja serta umat Islam moderat dihimbau selalu mempopulerkan peci hitam, sarung dan budaya Islami Indonesi lainnya. Jangan sampai terpengaruh dengan proyek penghapusan budaya Indonesia untuk mengikuti budaya mereka.
Peci hitam YES
Peci Timur Tengah NO
Sarung YES
Celana cingkrang NO
( copipaste Nun Alqolam)
===============
Kaum wahabi/radikal sebenarnya mereka ini sedang bekerja.. yaa bekerja menjual agama... 🙂 . Lhoo kok bisa ??
Begini, elite global punya program membentuk satu sistem di dunia. baik pemerintahan, mata uang dan kuasai dunia.
tapi rencana pelaksanaan konsep ini selalu terganjar dari islam moderat. Selain itu, Rosulloh SAW juga menyampaikan bahwa Islam tidak akan bisa dihancurkan orang luar.
Naah, dari sinilah elitglobal alias pengikut Lucifer menciptakan wahabi.. organisasi berbaju islam tapi isinya 80 persen penyimpangan. maka para motivator-motivatornya ( ga pantas disebut da'i atau ustad apalagi ulama') dikerahkan untuk menyebarkan islam plintiran dan buat opini seolah benar. Karena teori menyatakan bahwa kebohongan yang dilakukan terus menerus dan banyak orang maka bisa berubah jadi kebenaran (versinya).
Motivator2 ini selalu teriak-teriak khilafah (konsepnya sama dengan NewWorldOrder dari eliteglobal). Jadi. mereka ini sebenarnya hanya pekerja2 untuk mensukseskan NewWorldOrder tapi berbaju agama. (*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar