Kamis, 28 Juni 2018

Strategi dakwah para wali songo

Strategi dakwah para wali songo dikala meng-islamkan nusantara itu berbeda2. seperti cara dakwahnya sunan kalijaga, sunan bonang, sunan muria, sunan kudus dan sunan gunung jati yg menerapkan strategi dakwah kepada masyarakat dngan sangat luwes yaitu dngan cara sebagai berikut:
1. Membiarkan dulu adat istiadat dan kepercayaan lama yg sukar diubah. Mereka sepakat untuk tidak mempergunakan jalan kekerasan atau radikal menghadapi masyarakat yg demikian.
2. Bagian adat yg tidak sesuai dengan ajaran islam tetapi mudah dirubah maka segera dihilangkan.
3. Tutwuri handayani artinya mngikuti dari belakang terhadap kelakuan dan adat rakyat tetapi diusahakan untuk dapat mmpengaruhi sedikit demi sedikit dan mnerapkan prinsip tut wuri hangiseni artinya mengikuti dari belakang sambil mengisi ajaran islam.
4. Menghindari konfrontasi secara langsung atau secara keras didalam mnyiarkan agama islam
Dengan prinsip mengambil ikan tetapi tidak mngeruhkan airnya.
5. pada akhirnya boleh saja merubah adat dan kepercayaan masyarakat yg tidak sesuai dengan ajaran islam tetapi dengan prinsip tidak menghalau masyarakat dari ummat islam. Kalangan ummat islam yg sudah tebal imannya harus berusaha menarik simpati masyarakat non muslim agar mau mendekat dan tertarik pada ajaran islam.
Hal itu tidak bisa mereka lakukan kecuali dengan melaksanakan ajaran agama islam secara konsekwen.
Sebab dngan melaksanakan ajaran islam secara lengkap otomatis tingkah laku dan gerak gerik mereka sudah merupakan dakwah nyata yg dapat memikat masyarakat non muslim.

Namun karna strategi dakwah ini berbeda dngan garis yg ditetapkan sunan ampel maka sunan kalijaga,sunan bonang,sunan muria,sunan kudus dan sunan gunung jati disebut kaum Abangan atau aliran tuban.
Sedangkan pendapat sunan ampel yg didukung oleh sunan giri,sunan drajat disebut kaum putihan atau aliran giri.
Namun atas inisiatif sunan kalijaga, kedua pendapat yg berbeda itu pada akhirnya dapat dikompromikan Dan hasilnya terjadilah peng-islaman nusantara yg luar biasa dan mnjadikan indonesia mnjadi negara dengan jumlah muslim terbesar didunia.

Monggo di share Jika tulisan ini bermanfaat 😊


Minggu, 24 Juni 2018

Kaum pembenci NU

TIGA ASPEK KEKERASAN

Hadirnya tiga gerakan trans-nasional (Wahabi, HTI, Ikhwanul Muslimin) di Indonesia ada yang secara terbuka dan ada pula yang secara sembunyi-sembunyi. Dalam ideologinya yang kaku, keras dan ekstrim yang didukung kekuatan dana dan sistem penyusupan ala komunisme, gerakan-gerakan trans-nasional ini menyusup ke hampir semua bidang kehidupan bangsa Indonesia yang umumnya santun dan toleran agar seperti wajah mereka yang sombong, garang, kejam, penuh kebencian, dan merasa berhak menguasai. Kekerasan yang mereka lakukan dapat dilihat dari beberapa aspek.

Pertama, kekerasan doktrinal. Yakni pemahaman literal-tertutup atas teks-teks keagamaan dan hanya menerima kebenaran sepihak. Dalam hal ini literalisme tertutup telah memutus relasi kongkret dan aktual pesan-pesan luhur agama dari realitas sejarah, sosial dan kultural. Akibatnya pesan-pesan luhur agama diamputasi sedemikian rupa dan hanya menyisakan organ yang sesuai dengan ideologi mereka.

Kedua, kekerasan tradisi dan budaya. Kekerasan ini dampak turunan dari kekerasan pertama.Kebenaran sepihak yag dijunjung tinggi membuat mereka tidak mampu memahami kebenaran lain yang berbeda, dan praktik-praktik kegamaan umat Islam yang semula diakomodasi kemudian divonis sesat dan pelakuknya divonis musyrik, murtad dan kafir. Kelompok-kelompok garis keras menolak eksistensi tradisi karena itu mereka lazim menolak bermadzhab, menolak tradisi tasawuf dan berbagai praktik yang merupakan buah dari komunkasi teks-teks atau ajaran luhur agama dengan tradisi dan budaya umat Islam diberbagai daaerah di sepanjang sejarah. Akibatnya terjadi salah kaprah dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Dengan dalih meniru Rasulullah, para anggota garis keras berpakaian ala busana Arab seperti gamis dan sorban, celana cingkrang, memanjangkan jenggot, cadar namun mereka abai atas akhlak Rasulullah seperti santun, sabar, rendah hati, pemaaf dan seterusnya.

Ketiga, kekerasan sosiologis. Dampak lanjutan dari dua kekerasan di atas, yakni aksi-aksi anarkis dan destruktif terhadap pihak lain yang dituduh musyrik, murtad dan kafir. Kekerasan sosial ini kemudian menyebabkan ketakutan, instabilitas dan kegelisahan sosial yang mengancam negara dimanapun tempat mereka menyusup. Dan akumulasi dari ketiga kekerasan ini kemudian merusak nalar dan logika umat Islam, menyuburkan kesalahkaprahan dalam memahami Islam akibat jargon-jargon teologis yang diteriakkan dengan tidak semestinya. Kebenaran kemudian lebih didasarkan pada jargon ideologis bukan pada substansi pesan luhur agama yang disimbolkan oleh jargon yang bersangkutan. (wp)


Jumat, 22 Juni 2018

Yang Dimaksud Islam Nusantara


HABIB LUTHFI MENJAWAB:

Yg dimaksud Islam Nusantara yaitu menjaga tradisi Islam Nusantara atau Amaliyah Islam Nusantara yg dibawa para Wali Songo, yg dibawa para Habaib serta Ulama2 pendahulu kita seperti Tahlilan, Rotiban, Maulid Nabi atau Mauludan, Ziarah Kubur, Haul, peringatan Nisyfu Sa'ban, perigatan Nuzulul Qur'an dan masih banyak lagi dan itu Amaliyah ASWAJA (Ahlussunnah Waljama'ah) yg khas Indonesia atau khas Nusantara.

Jadi ada kelompok yg tidak suka bahkan benci terhadap amalan2 ASWAJA yg disebutkan tadi, lihat Arab Saudi. Dahulu Arab Saudi sperti Indonesia dipegang oleh Ulama2 dan para Habaib ASWAJA semua Amaliyah di Arab Saudi sama persis dgn Indonesia ada Rotiban, Mauludan, Tahlil, Ziarah Kubur, Haul.

Namun lihat sekarang Arab Saudi berubah. Semua amalan2 ASWAJA dihilangkan oleh kelompok2 tertentu yg sekarang dikuasai Wahhabi dan para Habaib serta Ulama ASWAJA di Arab Saudi dibunuh, Maqom2 para Wali Allah dihancurkan bahkan Maqom Nabi ﷺ juga SEMPAT AKAN DIBONGKAR.

Alhamdulillah waktu itu NU mengirimkan Ulamanya ke Arab Saudi untuk berdebat langsung. Yg menolak dan melarang pembongkaran Maqom Nabi ﷺ yg waktu itu disebut tim Hijaz dan Islam Nusantara juga bertujuan melindungi serta menjaga Maqom2 para Wali Allah yg ada di Nusantara ini supaya tetap terjaga. .
.
Jangan sampai sperti Arab Saudi Maqom2 para Wali Allah dihancurkan bahkan rumah Nabi ﷺ sekarang di Arab Saudi dihancurkan dan dijadikan TOILET UMUM. Oleh karena itu jangan berprasangka buruk bahkan sampai berani memvonis Sesat, Menyesatkan, Murtad, Kafir.

Jadi sudah jelas Islam Nusantara itu menjaga dan melindungi Amaliyah2 ASWAJA atau tradisi2 ASWAJA yg ada di Nusantara ini serta melindungi Maqom2 para Wali Allah di Nusantara ini. Semoga kita semua dibersihkan hatinya oleh Allah SWT yg maha berkasih sayang dan jangan ikut2an mengkafir2kan menyesat2kan. (Maulana Abah Habib Luthfi bin Yahya)

#nahdlatululama #alanu #ahlussunnah #ahlussunnahwaljamaah #aswaja #aswajaharustahu #muslim #muslimah #muslimharustahu #islam #islamrahmatanlilalamin #khilafahajaranislam #khilafah #daulahislamiyah #dakwahtauhid #dakwahsunnah #dakwahislam #hijrah
#السعودية #المرأة #المملكة


Rabu, 13 Juni 2018

Pemuda Katolik dan Banser Buka Posko Mudik Kebhinekaan



Bulan suci Ramadan hingga menjelang perayaan Idul Fitri bisa menumbuhkan rasa toleransi beragama yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat.

Salah satunya para pemuda Katolik bekerja sama dengan Banser membuka Posko Mudik Kebhinekaan, Selasa (12/6/2018).

Fransiskus Xaverius Eko Mardianto yang merupakan perwakilan dari pemuda Katolik mengatakan posko berada di jalan raya Panjang. Di dalam posko yang berada di kompleks masjid itu menyediakan tempat istirahat.

"Menjelang magrib kami akan mengatur parkiran bagi yang akan melaksanakan salat dan berbuka puasa bersama,"

Dirinya menjelaskan, tujuan didirikan posko tersebut yakni dalam rangka menjaga kebhinekaan dan persatuan antar umat beragama.

"Kita disini tetap menjaga kebhinekaan dengan berdirinya posko mudik ini. Kita bisa bekerja sama mengamankan jalur mudik serta memberikan kenyamanan kepada masyarakat pemudik untuk beristirahat dan menjalin kebersamaan dalam lintas agama," ujarnya.


Selasa, 12 Juni 2018

WAKIL SEKJEN DPP PARTAI GERINDRA Mohammad Nuruzzaman MUNDUR GARA GARA FADLI ZON MENGHINA KIYAI NU

Salut kepada komandan densus 99 Banser sahabat
Mohammad Nuruzzaman.

YANG LAGI VIRAL:

SATU PERSATU WARGA NU YANG JUGA KADER & WAKIL SEKJEN DPP PARTAI GERINDRA MUNDUR GARA GARA FADLI ZON MENGHINA PERJUANGAN-PERJUANGAN KIYAI NU & DIANGGAP SUDAH BERBEDA TUJUANNYA DALAM MEMBANGUN BANGSA DENGAN NU.

Kepada Yth, 
Bapak Prabowo Subianto
Ketua Umum DPP Partai Gerindra
yang saya banggakan

Dengan hormat,

Melalui surat ini saya akan sampaikan hal yang pribadi terkait posisi saya sebagai kader dan juga pandangan umum yang saya dapatkan ketika melakukan turlap yang berhubungan dengan isu dan hal strategis terkait Partai Gerindra.

Pertama, perlu saya sampaikan kepada Bapak bahwa saya bergabung dengan Gerindra pada medio 2014, tepat di masa pertarungan Pilpres. Dan saya berbangga hati bisa mengawal Bapak di perhelatan akbar Pilpres melawan Bapak Joko Widodo.

Hal utama dan terutama yang melatarbelakangi saya mendukung Bapak adalah jiwa kepedulian dan keberanian. Dua hal itu adalah napas saya untuk berjuang bersama Gerindra. Karena karakter kita sama maka saya merasa berada di rel perjuangan yang benar.

Saya juga pernah mencalonkan diri sebagai Caleg pada tahun yang sama, 2014 dan saya masuk di kepengurusan Partai Gerindra walau jarang diundang mengikuti rapat. Tidak terlalu masalah bagi saya karena selama Bapak yang pimpin saya pertaruhkan kepercayaan saya dan ikhtiar saya ke Gerindra.

Bahkan saya masih bangga walau Bapak kalah, tapi muka dan dada Bapak tidak menunjukkan kekalahan sebab Bapak adalah pemenang bagi saya.

Waktu pun berjalan. Partai Gerindra ternyata belok menjadi sebuah kendaraan kepentingan yang bukan lagi berkarakter pada kepedulian dan keberanian, tapi berubah menjadi mesin rapuh yang hanya mengejar KEPENTINGAN SAJA! Mark my words Pak Prabowo.

Manuver Gerindra yang sangat patriotik sekarang lebih menjadi corong kebencian yang mengamplifikasi kepentingan politis busuk yang hanya berkutat pada kepentingan saja, sama sekali hilang INDONESIA RAYA yang ada di dada setiap kader Gerindra.

Makin parah lagi, pengurus Gerindra makin liar ikut menari pada isu SARA di kampanye Pilkada DKI di mana saya merasa sangat berat untuk melangkah berjuang karena isi perjuangan Gerindra hanya untuk kepentingan elitnya saja sambil terus menerus menyerang penguasa dengan tanpa data yang akurat.

Isu SARA yang sudah melampaui batas dan meletakkan Jakarta sebagai kota paling intoleran adalah karena kontribusi elit Gerindra yang semua haus kekuasaan dunia saja, tanpa mau lagi peduli pada rakyat di mana Bapak harusnya berpijak.

Saya adalah santri yang berjuang berdasarkan platform kepedulian dan keberanian. Garis yang sama seperti saya kenal Bapak di awal yang kemudian saya kecewa karena Bapak sudah makin tuli untuk mendengar kami yang masih ingin berjuang demi Indonesia melalui Partai Gerindra.

Oleh sebab itu, saya sudah berfikir untuk mundur dari Gerindra pada Desember 2017 lalu karena kontibusi dan ketulusan saya berjuang bersama tidak pernah terakomodir. Sehingga, tinggal mencari momen yang tepat yang sesuai dengan premis awal saya di atas.

Hari ini, 12 Juni 2018, saya marah.
Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden.

Bagi santri, penghinaan pada kiai adalah tentang harga diri dan marwah, sesuatu yang Pak Prabowo tidak pernah bisa paham karena Bapak lebih mementingkan hal politis saja.

Akhir kata, saya Mohammad Nuruzzaman, kader Gerindra hari ini mundur dari Partai Gerindra dan saya pastikan, saya akan berjuang untuk melawan Gerindra dan elit busuknya sampai kapan pun.

Semoga Bapak selalu sehat.

Cirebon, Selasa, 12 Juni 2018

Wallahul Muwafiq ila aqwamith Thariq
Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Mohammad Nuruzzaman
Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra


Melawan fitnah gus yahya


NGLURUK TANPO BOLO MENANG TANPO NGASORAKE.

oleh : Abdulloh Faizin

Semoga sabar kuat (Gus Yahya) !!! Laahaula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim. kita berikan doa dan dukungan belau sehat wal afiyah kalis nir sambi kolo... Amin.

Pepatah  judul diatas pantas disematkan kepada gus Yahya sebagai daur estafet perjuangan, yah !!!  perjuangan kemanusiaan Gusdur.

Mereka tidak mengerti arti diplomasi, mereka tidak memamahami sebuah pesan RAHMAH yakni kasih sayang, kemudian menjadi diaspora perdamaian yang hilang dan menjadi biangnya aspek tumbuhnya kemelut konflik perang dan ketidak-keadilan kemanusiaan dalam kecamuk berdarah berkepanjangan sampai saat ini.

Mereka hanya UMUK dan NGAMUK hanya OKOL demo sana sini dengan teriakan yang mejual nama islam, sebagai daya tarik donasi yang tidak jelas ujung pangkalnya, mereka provokasi tanpa strategi...

Mari kita lihat hasil fakta selama ini apakan teriakan takbir dan tarikan donasi sudah nyampek dinegara nun jauh disana misalkan palestina?

Lihatlah negeri yang kita hormati sebagai tanah kelahiran semua agama samawi apakah telah tenang karena kowar kowar mereka?  Kita jawab tegas, belum.  !!!

Bahkan dengan dendam jari dan lisanya menebarkan kemarahan dan kebencian serta fitnah hujatan, mereka lampiaskan terus dan tidak pernah berhenti di setiap waktu dan saat tak lengang walau hanya sedetikpun. Masya Alloh...

Sistem otak yang baik atas karunia Alloh dirubah sendiri dengan sistem otak udang kita mengerti sendiri apa otak udang itu..

Dengan bahasa jamban mungkin sudah difermentasi dari kotoran atas proyek milyaran mereka muntahkan kepada Gus Yahya, mohon maaf gus ngapunten ! 🙊 ini bahasa mereka" kau zionis kau kafir kau antek amerika, menjijikkan dan lain lai yang lebih buruk dari itu.. Serta tak pantas disampaikan dan didengarkan..

Mereka tidak mengerti arti dan uforia geop-olitik strategis merekapun tidak mengerti arti sentuhan kebijakan dari hebatnya diplomasi, mereka hanya teriak dan perangi serta musuhi bunuh dan kata kasar lain sehingga bukan menemukan hasil damai tapi perang tanpa henti.

Lihat bagaimana gusdur dahulu diundang dalam forum yang sama dengan tempat yang sama dalam kurun waktu yang berbeda, telah membuat rabbi yahudi menitikakan air mata, karena pesan pesan rahma dan kedamaian dengan keihaian dan kefasihan bahasa ibrani dan perlu dilihat hasil kenstelasi politik menjadi damai saat itu.

Belum lagi tahun 1989 gusdur mendatangi george s.  Karena krisis moneter yang berkepanjangan lalu hasil hebat  ekonomi terasi,  bukan hanya teriak-teriak saja seperti masa perang jahiliyah...

Inilah spionasi gus yahya dengan sendirinya belau melakah dikandang macan yang tidak semua negara apalagi arab mampu mempengaruhi kebijakan kemanusiaannya.

Minimimal dengan pesan RAHMAH para yang dianggap zionis dan umat yahudi yang semula mendukung kebijakan petinggi petinggi israel berubah haluan karena pesan " RAHMA" kasih sayang yang disampaikan Gus Yahya dari rahim Nahdiyah dengan dengan hasil perdamaian...

Tindakan hebat Gus Yahya sendirian dengan resiko tingkat tinggi tanpa ditemani ini pantas dikatan NGLURUK TANPO BOLO kemudian akan MENANG TANPO ngasorake.

hal pertama ngluruk tanpa bala, tak semua peperangan harus dilakukan dengan melibatkan bala tentara. Adakalanya peperangan dapat dimenangkan tanpa harus melibatkan apalagi mengorbankan orang lain, dan itu dapat dilakukan dengan mengatur siasat.

Siasat itu bisa apa saja, ia adalah taktik untuk memenangkan peperangan. Dalam hal ini, seringkali mereka yang memakai otak lebih banyak dibanding mereka yang memakai otot lebih banyak, akan memenangkan peperangan.

Hal kedua, menang tanpa ngasorake , menang tanpa merendahkan. Seringkali saat kita memenangkan sesuatu lalu kita pongah dan terjatuh dalam penyakit merendahkan dan menyakiti hati musuh kita baik sengaja maupun karena kekhilafan kita. Menang tanpa ngasorake itu berfungsi sebagai dua hal, yaitu memperbanyak kawan dan menyedikitkan musuh. Itulah pesan nilai islam yang sebenarnya.

Terus mereka bagaimana Silahkan berteriak..dan kering tenggorokannya mendangkalkan nilai pusanya sendiri namun Kafilah masih berlalu dengan tenang Ojo digubris gus !!!

Kau telah berdasarkan kaifiyah ilahiyah perintah Alloh...

pesan-pesan dakwah dengan penuh kesantunan, kearifan dan kelembutan tanpa harus mengikis mabda’ (prinsip dasar) yang diyakini kebenarannya.

Allah Ta’ala berfirman : “Pergilah kalian berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kalian berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut” (Thaha: 43-44).

Dalam ayat yang lain, “Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Dan katakanlah : “Adakah keinginan pada dirimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)” (al-Nazi’at: 17-18).

Untuk para penghujat Ingat imam syafi berkata berkata" jika ingin mati khusnul khotimah janganlah berburuk sangka...

Dalam tangisanku melihat guruku yang terdzolimi aku tak bisa apa apa hanya tulisan ini ku goreskan untuk membelamu walau kau tak butuh pembelaan, Alloh mboten sare guus. SUWE GELISE mereka akan merasakan karma perbuatanya karena kau dijalan yang benar.. Semoga Alloh memberiku berkah karena mencintaimu....

Sehare teman tanpa izin. Semoga berkah

PP.  AL BALAGH BULUTIGO LAREN LAMONGAN

Jombang 27 Romadlon1439

Saya sertakan SS  fanPage dan akun penghujat penghina GUS YAHYA. dan video beliau..

#SavebelaulamaNUagarberkah


Senin, 11 Juni 2018

KH Yahya Cholil Staquf menjadi salah satu pembicara di kongres Israel


KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) bukan orang NU pertama yang diundang menjadi pembicara di antara orang-orang Yahudi di Israel. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan salah satu tokoh yang getol berupaya meletakkan pondasi perdamaian antara Palestina dan Israel dengan menjadi pembicara di forum tertinggi, Kongres Yahudi.
Bahkan, Gus Dur membuat para Rabi Yahudi menitikkan air mata karena Gus Dur berpidato dengan menggunakan bahasa Ibrani dengan fasih tanpa teks. Selain itu, pesan perdamaian yang dilontarkan Gus Dur turut memotivasi para Rabi Yahudi bahwa kemanusiaan menjadi faktor penting dalam memandang setiap konflik. Setidaknya, dampak positifnya ialah tidak semua Yahudi mendukung langkah militer Israel ke Palestina.
Kisah para Rabi Yahudi menangis oleh pidato Gus Dur dikisahkan Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim.
“Dulu Gus Dur malah jadi pembicara utama Kongres Yahudi di Israel,” ungkap Kiai Luqman, dikutip NU Online, Senin (11/6) lewat akun twitter pribdainya @KHMLuqman menanggapi polemik ramainya Gus Yahya yang menjadi pembicara di America Jewish Commitee (AJC) Global Forum di Yerusalem pada Ahad (10/6/2018).
Kiai Luqman mengungkapkan, para Rabi Yahudi yang hadir menitikkan air mata, Gus Dur berbicara dengan bahasa Ibrani tanpa teks. Usai berpidato, Gus Dur disambut tepuk tangan panjang, bahkan tepuk tangan terpanjang di dunia sampai 15 menit.
“Dakwah kemanusiaan yang dahsyat,” ujar Kiai Luqman.
Terkait kepergiaannya ke Israel saat awal menjadi Ketua Umum PBNU, Gus Dur ditentang oleh para kiai NU sendiri karena dilakukan ketika konflik Israel dan Palestina sedang memanas.
“Tapi efeknya mengejutkan dan positif bagi dunia Islam. Pemikirannya yang mendunia membuat dia diangkat jadi Presiden Perdamaian Agama Samawi,” jelas Kiai Luqman.
Lebih dari itu, Kiai Luqman menerangkan, di dunia ini setelah era Imam Al-Ghazali dan Ibnu Arabi, tidak ada lagi tokoh pemikir dunia yang menjadi program jurusan di sebuah universitas terkenal di dunia, kecuali Gus Dur.
“Di University of Pennsylvania ada Jurusan Pemikiran Abdurrahman Wahid,” tandas kiai kelahiran Madiun, Jawa Timur ini


Senin, 04 Juni 2018

Mahfud Md kuliti PKS

CARI BIANG KEROKNYA, ISU AKAN MEREDA

"Saya harus bongkar ujungnya," ujar Prof. Mahfud MD. Dia sedang diserang isu soal gaji tim pengarah BPIP.  Orang menyerang dirinya dan seluruh tim disana karena menerima gaji seratus juta.

Apa yang dibongkar Mahfud? "PKS itu sudah melahirkan dua koruptor besar," ujarnya. "Coba tanya Hidayat Nurwahid, berapa banyak dia habiskan duit negara buat jalan-jalan ke luar negeri," katanya lagi.

"Saya tahu berapa duit yang diterima anggota DPR setiap bulan. Seratus juta lebih juga. Kalau posisinya ketua, ada tambahan seratus juta lagi. Belum lagi fasilitas lainnya. Tanyakan sama mereka, permah gak mereka mengembalikan uang itu ke kas negara?"

"Sasaran PKS itu Megawati dan pemerintah Jokowi. Mereka mengarahkan orang-orangnya menyebarkan isu. Tapi saya juga ada di sana," ujar Mahfud tegas.

Dibongkar Mahfud seperti itu, apa reaksi PKS? Mengerahkan lagi kadernya untuk menyerang lebih gila?

Gak tuh. Elit PKS malah meminta maaf.

Kenapa? Karena mereka kuatir Mahfud akan membuka lebih banyak boroknya. Orang tahu, Mahfud bukan orang baru di dunia politik. Dia pernah jadi Menhan, anggota DPR, ketua MK dan setumpuk jabatan lainnya. Dia dikenal memiliki integritas dan komitmen tinggi pada NKRI.

Membandingkan Mahfud dengan kebanyakan elit PKS, seperti melihat langit dan comberan.

Setelah tamparan Mahfud yang gak bisa dibantah PKS, isu gaji BPIP langsung mereda. Pembicaraan sinis memgenai gaji dewan pengarah BPIP menurun drastis.

Jadi benar kata Mahfud, langsung serang ujungnya. Pucuknya. Isu dan omongan nyinyir akan mereda. Buktinya setelah Mahfud menyebut nama PKS dan dedengkotnya dengan keras, isu gaji BPIP langsung redup.

Mahfud paham, ketimbang meladeni omongan para keroco penyebar isu, lebih baik hantaman diarahkan langsung ke sarangnya. Maka isu langsung mereda.

Ada satu hal lagi. Ketika terjadi kasus terorisme, biasanya ada saja yang membela dan bersimpati pada pelaku teror. Atau isu yang sering disebar adalah kejadian teror sebagai upaya pengalihan isu.

Jika teror adalah upaya pengalihan isu itu artinya mereka hendak mensasar pemerintahan Jokowi, sebab untuk mengalihkan sebuah isu harus memgorbankan nyawa orang lain.

Masyarakat pasti eneg mendengar plintiran seperti ini.

Untung ada mantan aktifis 98 Faisal Assegaf. Dia langsung menuding pokok masalahnya. Tudingannya jelas dan tegas : PKS adalah partai pendukung teroris.

Faisal punya bukti. Dari mulai latar belakang keroco yang menyebarkan opini soal pengalihan isu terorisme sampai pujian dan simpati Anis Matta --dedengkot PKS-- kepada gembong teroris Osama bin Laden. Hal itu dilakukan secara terbuka dan terang-terangan.

Statemen para elit PKS mengenai kasus terorisme juga sering membuat kita sakit hati. Bukannya berempati pada korban dan mengutuk kejadian teror, mereka malah sering menjadikan isu terorisme untuk menyerang pemerintah. Atau paling tidak mengaburkan persoalan.

Rakyat yang sakit hati akhirnya menggeruduk kantor partai tanpa empati ini. Mereka berdemonstrasi di berbagai daerah mendatangin kantor wilayah atau cabang, mengutuk kelakuan PKS. Kantor pusat PKS juga tidak luput dari kepungan demonstran.

Ada lagi bukti lain yang membuat rakyat pecinta NKRI sakit hati. Ketika pemerintah resmi membubarkan HTI karena dianggap berlawanan dengan ideologi Pancasila, eh PKS malah terang-terangan memasang soanduk mendukung khilafah. Spanduk disebar di berbagai titik.

Ini kan, kurang ajar.

Gerakan ganti presiden tanpa tahu siapa penggantinya juga dimotori oleh PKS. Digagas Mardani Ali Sera, ketua DPP. Gerakan politis ini sempat mengotori masjid dengan aktifitas politik, memasang slogan politis di masjid pasti akan memecah belah umat Islam.

Di CFD Jakarta, kelompok  yang digerakkan oleh isu Mardani ini mempersekusi seorang ibu dan anaknya. Video persekusi itu viral dan kelakuan mereka beserta tampangnya gampang dilihat.

Sudah jelas-jelas mempersekusi dan berlaku biadab, eh untuk ngeles malah menyerang korban. Malah menuduh korban sedang bersandiwara. Tidak ada kelakuan yang lebih biadab dibanding penjahat yang justru memfitnah korbannya.

Kata Prof. Romli, seorang pakar hukum, secara kampanye ganti presiden tanpa tahu siapa penggantinya, termasuk kategori gerakan makar. Tapi, emang peduli anggota partai ini dengan makar atau tidak?

Pada momen mudik ini, mereka juga berkampanye sosialisasi gerakan tersebut. Bayangkan para pemudik akan berjalan melewati berbagai daerah. Pasti banyak daerah yang menjadi basis pendukung Jokowi atau PDIP. Apakah gerakan itu malah tidak memprovokasi masyarakat?

Bagi PKS barangkali siapa yang peduli jika masyarakat saling terprovokasi? Atau sebetulnya potensi benturan dan konflik horisontal sengaja ingin dipercikan. Agar ujungnya nanti bisa menyalahkan Jokowi.

Ah, kesimpulan saya kok, sepakat dengan Prof. Mahfud, ya. Carilah ujung dari semua keribetan dan kegaduhan yang kita alami saban hari. Carilah sumbernya. Bungkam sebelum merusak semuanya.

Saudi dan Mesir rupanya sudah lama paham potensi merusak dari sebuah gerakan. Mereka  menjadikan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris dan melarang bercokol di sana.

Sudah menjadi rahasia umum, PKS adalah titisan IM di Indonesia. Dan selama ini tumbuh subur, khususnya di kampus dan perkotaaan.

Hasilnya? Data BIN menjelaskan, 39 persen mahasiswa kita terpapar ideologi radikal.

Kalau kita bosan dengan kegaduhan di Indonesia, mungkin kita bisa meniru jejak Saudi atau Mesir.

"Meniru Tibet juga bisa mas. Disana gak ada tuh, IM atau PKS. Rakyatnya bisa hidup nyantai," ujar Abu Kumkum

Lho, ini orang, tau-tauan soal tibet. "Tahu soal tibet dari mana kang?"

"Lho, saya sering lewat sana kok. Ke tibet timur dalam raya, ketemu teman."

Source :
www.ekokuntadhi.com


Minggu, 03 Juni 2018

KEPANIKAN ISRAEL



Pertanggal 9 Juni, warga Indonesia tak bisa lagi memasuki Israel. Umat muslim tak bisa  ziarah ke Masjidil Aqsha, dan umat kristiani tak bisa berziarah ke Gereja Makam Kudus di Yerussalem.

Apa sebab Israel scr reaktif melarang warga Indonesia berkunjung ke Israel? Tentu variabelnya tdk tunggal. Padahal, 40 ribu lbh peziarah asal Indonesia pertahun yg datang ke Israel dan mengunjungi Yerussalem.

"Israel sedang panik", begitu kata Presiden Bashar Assad. Alasan kepanikan itu adalah, karena Israel kehilangan teroris kesayangannya, ISIS dan Jabhat al-Nusro.

Dlm satu bulan terakhir, Israel memang seperti gelap mata. Negeri zionis itu membombardir Suriah, dan juga melakukan holocous di Gaza, Palestina.

Kata Vladimir Putin, ISIS akan segera angkat koper dari Suriah dan pindah markas ke Asia Tenggara. Kalau Asia Tenggara, tempat yg subur utk bercocok tanam teroris, tentulah Philipina dan Indonesia.

Nah, di Philipina, ISIS  dikejar dan diburu habis-habisan oleh Presiden Duterte, layaknya tikus got. 

Celakanya, di Indonesia pun ruang gerak ISIS kian sempit. Sejak disahkannya revisi UU Anti Terorisme, ISIS dan kelompok teroris tak ubahnya seperti ikan dalam akuarium.

Di sinilah sebenarnya kejengkelan Israel itu memuncak. Negeri zionis itu benar2 menjadi patah arang dan frustasi sejak HTI dibubarkan di Indonesia. HTI boleh jadi adalah harapan besar, agar Indonesia terpecah dlm irisan kecil, atau setidaknya terbakar dlm kemelut konflik, seperti grand design yg mulus diterapkan di Timur Tengah.

Dan kini, masa depan ISIS di Indonesia juga suram. Padahal, jika ISIS-HTI bisa bersinergi di Indonesia, maka mampuslah Indonesia. Itulah impian konspirator global yg kekang kendalinya dipegang Israel.

Jika Indonesia sibuk dlm konflik, maka negeri zamrud katulistiwa ini akan terperosok dlm kehancuran, sebelum kemudian bangkrut sbg sebuah bangsa.

Di mata Israel, Indonesia adalah negeri besar yg menjengkelkan. Sejak semula, Indonesia menolak keberadaan Israel yg mencaplok wilayah Palestina. Di forum2 internasional, sejak Soekarno sampai Jokowi, Indonesia tak sedikitpun bergeser komitmen utk membantu perjuangan Palestina dan menolak eksistensi Israel di Palestina.

Jadi, itulah alasan mengapa Israel begitu tdk suka kpd Indonesia. Konsekuensinya, tentu saja, Indonesia akan selalu berada dlm teropong penghancuran imperium global zionisme.

Caranya, dg kembali menyuntikkan kognisi semangat jihad dg cara dan pemahaman yg keliru. Jihad lalu dimanifestasikan dlm kegiatan terorisme, radikalisme dan ekstremisme.

Berapa banyak para ustadz di Indonesia yg termehek-mehek lalu memberi dukungan kpd ISIS..? Bukankah tdk sedikit pula laron2 di Indonesia yg berangkat ke Suriah lantaran terpikat dg gemerlap cahaya ISiS?

Perjuangan Islam lalu disimplifikasiikan sbg perjuangan menegakkan khilafah, sebuah heroisme historis yg coba dihadirkan kembali ke dunia kontemporer yg sdh bergerak ke pandulum yg berbeda.

Tak ayal, gerakan khilafah tak ubahnya seperti orang menghisap opium. Orang dibuat mabuk dan tdk sadar diri. Dia seperti melayang di langit2 suci. Dia lupa bhw kakinya tetaplah menjejak di tanah.

Sayang, banyak yg tdk paham dg skenario dan konspirasi global. Mereka bahkan tdk sadar dijadikan sekumpulan wayang. Dan di balik para wayang, ada dalang yg memainkan skenario.

Sungguh kasihan nasib wayang..

Masak, dg para ulama dan kyai yg  beriilmu, tdk percaya. Tapi, tiba2 ada org yg bernama Kartosuwirjo, Santosa, atau Warsidi, yg mengklaim berjuang mendirikan negara Islam, atau khilafah,  tdk curiga, tapi malah turut kejang2 jadi pengikutnya.

Hemmm..!

(By. Parikesit)