*HANCURKAN NU DULU, BARU NKRI*
Oleh: Tri Handoyo
Sudah sejak lama kelompok mereka dengan gencar menggempur eksistensi Jam'iyyah Nahdlatul Ulama. Dengan beragam macam fitnah dan pembunuhan kharakter para tokoh-tokoh pimpinannya, serta mengecam dan mencaci-maki amaliah-amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah. Target utama kelompok ini adalah NU dan jama'ahnya hancur berkeping-keping.
Kenapa? Bukankah NU hanya organisasi masyarakat biasa? Akan tetapi kenapa kebencian mereka terhadap NU begitu luar biasa? Sebab, NU adalah benteng utama pertahanan NKRI. Inilah yang luar biasa. Maka, hancurkan NU dulu, baru NKRI.
Lawan NU yang jelas secara ideologis yaitu kalangan *Islam modern*. Mereka ini memimpikan terwujudnya negara Islam dalam bentuk khilafah. Mereka haramkan sistem demokrasi dan sangat anti Pancasila.
Disamping menyerang melalui amaliahnya, mereka juga melancarkan fitnah dan pembunuhan karakter tokoh-tokoh NU. Gerakan ini rupanya cukup berhasil menghasut sebagaian warga NU, sehingga kemudian ada kelompok yang menamakan NU garis lurus, bahkan ada yang menyatakan ikut NU-nya Mbah Hasyim Asy'ari, bukan NU-nya Kiai Said Agil. Upaya memecah bela NU mereka lakukan secara intensif dan istiqomah.
Ketika KH Ma'ruf Amin yang merupakan Rais am NU dan juga ketua MUI, digandeng oleh presiden sebagai capres beliau, kedengkian mereka semakin menjadi-jadi. Meskipun nantinya beliau akan melepas jabatan, namun nama besar NU tetap dipertaruhkan dalam kancah Pilpres ini. Jika calon dari NU menang, mereka yang anti NU akan terus menyerang NU dengan lebih sengit. Apalagi jika sampai kalah, maka mereka akan semakin menghina NU beserta tokoh-tokohnya.
Keadaan tersebut wajib disadari oleh seluruh warga NU. Kita harus sadar untuk terus memelihara semangat perjuangan dengan pemahaman dan keyakinan dalam ber-NU sekaligus mendidik generasi penerus agar memiliki jiwa militan. Inilah saatnya menata shof kembali agar NU tetap solid.
Kini, para pembenci sudah masif melakukan serangan kepada KH Ma'ruf Amin.
Wahai para Nahdliyyin, apakah kalian ridho melihat Rais Aam NU diserang dengan berbagai fitnah?
Apakah kalian akan diam saja saat ideologi Pancasila, NKRI dan sistem demokrasi diancam akan diganti oleh mereka?
Ini bukan sekedar Pilpres, tapi pertarungan ideologi, dan pertaruhan nama besar NU.
Maka mari kita lawan mereka dengan mendukung tokoh pimpinan NU di kontestasi Pilpres 2019.
🙏
Sabtu, 29 Desember 2018
HANCURKAN NU DULU, BARU NKRI
Kamis, 27 Desember 2018
KH Marzuki Mustamar: Dzolim Meninggalkan Kiyai Karena Ustad Medsos
*KH Marzuki Mustamar: Dzolim Meninggalkan Kiyai Karena Ustad Medsos*
Setiap umat Islam pasti pernah berguru kepada salah seorang ustad atau kiai atau tuan guru ketika belajar Islam pertama kali di waktu kecil. Bertahun-tahun para guru ngaji dengan ikhlas mengajarkan baca tulis al-Quran dan ilmu-ilmu Islam. Begitu halnya ketika di pesantren, seorang kiai tidak hanya mengajarkan para santri ilmu-ilmu agama, tetapi juga mendidik agar menjadi seorang Muslim yang memiliki akhlakul karimah dan menjadi pribadi yang bermoral.
Namun demikian, pada perkembangan mutakhir, di mana media sosial kian merambah ke dalam kehidupan umat Islam Indonesia, orang dengan mudah mencari guru-guru agama secara instan. Sayang seribu sayang, hanya melalui satu dua kali pertemuan di medsos, orang dengan mudah terbuai dengan untaian kata-kata seorang ustad medsos. Padahal, medsos tidak bisa menunjukkan bagaimana sebenarnya latar belakang seseorang. Bahkan ironisnya, sosok para kiai kian mulai ditinggalkan dan lebih terpesona oleh untaian retorika ustad medsos.
Menyikapi hal tersebut, Kiai Marzuki Mustamar mengingatkan agar jangan sampai lupa diri dan mencampakkan begitu saja para kiai-kiai atau ustad yang telah mendidik kita sejak kecil. Kiai adalah pihak yang paling berjasa dalam pendidikan keagamaan kita, bahkan peran kiai tidak hanya mengajarkan ilmu tetapi juga mendidik umat Islam Indonesia menjadi Muslim yang ramah dan berakhlak.
“Dholim sekali, ketika kiai atau ustad yang telah mendidik anda bertahun-tahun, kemudian anda campakkan hanya karena anda tertarik tampilan ustad tertentu sekali dua kali. Masak, kumpul bertahun-tahun dengan kiai sampai alim, hati lalu berpindah pada orang yang baru anda kenal di medsos,” jelas kiai Marzuki sebagaimana ceramahnya dalam Aswaja Sunda.
Kiai yang juga Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur itu menambahkan bahwa ustad-ustad yang bermunculan di media sosial tidak lantas langsung kita jadikan sebagai acuan dalam beragama. Hal itu karena medsos tidak bisa menjelaskan apakah seseorang itu benar-benar alim atau hanya mampu menghipnotis masyarakat melalui buaian kata-kata semata. Kita tidak tahu keseharian orang itu, apakah orang itu wara’, bagaimana akhlaknya, bagaimana tahajjudnya dan lain-lain tentang kehidupannya.
“Orang itu tahajjudnya anda tidak tahu, akhlaknya sehari-hari anda juga tidak tahu, kealimannya anda tidak tahu. Kalau anda buang gurumu, hanya karena ustad medsos, konyol,” tandasnya.
Jumat, 21 Desember 2018
CERDAS MELIHAT FAKTA SUKU UIGHUR
*CERDAS MELIHAT FAKTA*
SUKU UIGHUR
*Di Poso, beberapa teroris yang tertangkap ternyata berasal dari Uighur. Mereka masuk ke Indonesia untuk membuat kekacauan. Targetnya membunuhi aparat. Bikin kerusuhan dan mencari korban sebanyak-banyaknya*.
*Teroris Uighur bukan hanya ada di Poso. Juga ada di Mindanao, bergabung dengan Abu Sayaf, menculik pelaut kita minta uang tebusan*. Yang masuk ke Suriah atau Irak bahkan lebih banyak lagi. Diperkirakan 100 ribu lebih, orang Uighur masuk ke Suriah, membantu Alqaedah menghancurkan negeri itu. Mereka masuk melalui Turki.
Seorang teroris asal Uighur di Suriah, dalam wawancara dengan AP, pernah berkata. *Kami hanya mau belajar memegang senjata. Belajar perang. Setelah itu kami akan kembali ke China untuk memerdekakan wilayah kami*.
*Lantas, dengan semangat sparatis begitu, apakah pemerintah China wajib mengelus-elus mereka ???*
Warga Uighur tinggal di daerah Xinjiang. Tapi mereka lebih mengidentifikasi dirinya sebagai suku Turk, berkomunikasi dengan bahasa Turki. Sebagian besar tidak bisa bahasa Mandarin. Secara kebudayaan juga jauh berbeda dengan etnis Han, yang merupakan etnis terbesar Tiongkok.
*Xinjiang adalah wilayah China yang berbatasan dengan banyak negara. Sebut saja Kazakhstan, Tajikistan, Rusia, Mongol, Pakistan, Afganistan dan India. Nah, sebagian orang Uighur mendirikan sebuah gerakan sparatis yang dinamakan East Turkestan Islamic Movement (ETIM). Tujuan gerakan ini melepaskan diri dari China, dengan slogan agama sebagai alasannya*.
Kelompok ETIM inilah yang berdekatan dengan Alqaedah, Taliban bahkan ISIS. Sebagian tentara teroris disuplai oleh orang dari Uighur. Bahkan di China sendiri beberapa kali terjadi aksi teroris yang didalangi ETIM yang ujungnya menyebabkan konflik rasial, khususnya dengan suku Han.
Nah, karena persoalan inilah pemerintah China mengawasi orang-orang Uighur secara ketat. Sebetulnya tidak semua penduduk Uighur radikal begitu. Hanya sebagian kecil saja. Tapi mereka memang terikat kekeluargaan dengan yang lain. Inilah yang membuat pemerintah China mencurigai keluarga-keluarga teroris yang masih berada di Xianjiang.
*Mereka yang keluarganya diketahui bergabung dengan teroris di Afganistan, Suriah, atau Irak akhirnya terkena dampak. Diawasi secara ketat*.
Sebetulnya untuk menangani gerakan sparatis di Uighur, China sudah menjalankan kebijakan asimilasi. Anak-anak Uighur diajar bahasa Mandarin agar mereka bisa berkomunikasi dengan warga lain. Juga bekerja di pemerintahan. Mungkin juga didoktrin kembali dengan ideologi negara. Inilah yang menjadi isu soal kamp konsentrasi dimana jutaan warga Uighur wajib menjalani metode pembelajaran.
Tapi mungkin saja, dalam proses itu ada kekerasan. Sebab ada sentimen rasial dari suku Han yang sering menjadi korban kekerasan oleh ETIM tadi. Pengawasan pada gerakan ekstrim Uighur menyebabkan sebagian penduduknya mengalami tekanan pemerintah China.
Artinya China lebih berkepentingan menangani gerakan sparatis yang membahayakan wilayahnya ketimbang memberangus warganya yang beragama Islam.
Sebab, etnis Hui yang juga beragama Islam hidupnya biasa saja di China. Masjid dan mushola banyak berdiri. Acara keagamaan bebas dilaksanakan. Tidak ada tekanan terhadap aktifitas ibadah mereka. Islam etnis Hui bebas berkembang di China.
Karena orang Hui tidak bermimpi untuk mengibarkan gerakan sparatis seperti Uighur. *Corak keislaman etnis Hui mirip NU di Indonesia*. Banyak mengikuti ajaran tarekat dan sufisme. Mereka menyatu dengan kebanyakan rakyat Tiongkok. Berbeda dengan etnis Uighur yang terimbas pola pikir ekstrimis.
*Lalu kenapa isu Uighur sekarang meledak ?*
Kita ingat, AS lagi panas panasnya dengan China. Mereka terlibat perang dagang yang keras. Nah, isu Uighur ini bisa digunakan untuk menekan China.
*Meskipun mereka juga tahu, Uighur adalah salah satu supplier teroris dunia*.
Dengan diangkat isu Uighur ini, akan ada tekanan dunia internasional khususnya dari negara-negara Islam kepada China.
*Seperti biasa, isu Uighur juga makanan empuk di Indonesia*.
Maka, ramai-ramai lah orang itu berteriak membela Uighur lalu menuding pemerintah China memerangi Islam. Mereka gak akan mengangkat gerakan sparatisnya.
*Sama persis, mereka juga berteriak Save Aleppo, justru ketika para teroris sedang digencet pasukan Suriah di Aleppo*.
China memang menangani agak keras etnis Uighur. Tapi kita tidak mendengar ada pembantaian. Berbeda dengan Saudi terhadap Yaman. Rakyat Yaman dibantai. Distop jalur makanannya. Dihujani bom. Jutaan anak Yaman kelaparan. Jutaan nyawa rakyat melayang. Masjid dan madrasah hancur di Yaman.
*Tapi pernahkah kita mendengar slogan Save Yaman di Indonesia ???*
*Pernahkah kita mendengar demo di depan keduataan AS atas dukunganya terhadap aksi brutal koalisi Saudi di Yaman ?*
*Pernahkah ada demo di kedutaan Saudi memprotes kebengisannya terhadap rakyat Yaman ?*
Gak pernah. Karena isu Yaman gak menguntungkan AS untuk dimainkan. Oleh sebab itu, isu tersebut juga gak direspon di Indonesia. Apalagi isu Yaman tidak bisa digunakan untuk menembak Jokowi.
*Warga Yaman, kan semua Islam. Kenapa mereka gak membela ??? Toh, Yaman maupun Uighur sama-sama manusia juga. Mestinya kan dibela ???!!!*
*JADI JELASKAN*
*Mereka sebetulnya gak peduli pada Islam atau pada penderitaan manusia. Mereka sekedar merespon agenda tuan tuanya*
http://konfrontasi.com/content/nasional/teroris-uighur-china-turki-blusukan-ke-bekasi-transnasionalisasi-atau-migrasi?page=1
*SUDAH JELASKAN !!!*
*SIAPA KAKI TANGAN IMPERIALIS ZIONIS DI NEGRI INI ???*
Sabtu, 08 Desember 2018
Waspada Serangan Balik Singapura, Save Jokowi !!!!!
Tahun madu dan hubungan mesra Singapura dengan Indonesia dimulai sejak Lee Kuan Yew berkuasa di Singapura dan Soeharto berkuasa Indonesia. Dilanjutkan dengan pengganti Lee Kuan Yew dan Presiden SBY.
Hubungan manis terganggu sejak Jokowi berkuasa di Indonesia.
Apa saja kebijakan Pemerintahan Jokowi yg mengganggu kepentingan Singapura ?
1. Pembubaran Petral di Singapura.
- Selama ini semua transaksi ekspor impor migas dan BBM dilakukan di Singapura.
- Perputaran uang di perbankan Singapura dari hasil transaksi 2 juta barrel per hari mencapai 150 juta USD per hari atau sekitar 60 milyar USD per tahun.
- Sekarang transaksi keuangan tersebut berhenti total.
2. Kebijakan menyuling minyak mentah di Indonesia dan pembangunan kilang minyak di Indonesia
- Selama ini sebagian minyak mentah Indonesia disuling di Singapura serta Indonesia juga mengimpor BBM dari hasil kilang Singapura
- kebijakan ini membuat Kilang Singapura akan stop berproduksi.
- Industri perkapalan mengangkut migas akan berhenti
- Pelabuhan Singapura akan berkurang muatannya.
- Bisnis dan keuangan yg berkaitan dengan kilang minyak Singapura dan industri perkapalan tangker Singapura akan hancur.
3. Wewenang jasa pandu kapal di Selat Malaka diambil alih Indonesia, (yang selama ini dikuasai Singapura)
- Pendapatan jasa pandu kapal akan masuk ke Indonesia.
- Setiap hari ribuan kapal hilir mudik melalui Selat Malaka.
(Selama ini semua pendapatan jasa pandu masuk ke Singapura).
4. Pembangunan pelabuhan Hub internasional Kuala Tanjung di Sumatera Utara
- Sekarang semua kapal mother vessel yg lewat Selat Malaka akan singgah di Pelabuhan Kuala Tanjung.
- Ekspor Impor Indonesia tidak perlu pakai kapal feeder ke Singapura lagi.
Sudah bisa langsung tanpa via Singapura.
- Bisnis ekspor impor dan bisnis perkapalan serta pelabuhan Singapura akan hancur.
5. Kebijakan Tax Amnesti Indonesia.
- Uang dan aset warga negara Indonesia di Singapura kena pengampunan pajak di Indonesia dengan membayar kewajiban ke Indonesia.
- Tidak mudah lagi mencuci uang di Singapura
- Bisnis perbankan dan bisnis properti Singapura akan terganggu.
6.. Dimulainya pelaksanan peraturan transparansi bank dan keterbukaan Bank terhadap data nasabah
- Semua uang hasil kejahatan korupsi , kejahatan ekstra ordinary (extra ordinary crime) dan transnegara akan bisa diambil kembali.
7. Berakhirnya perjanjian wewenang pengaturan udara di Laut Cina Selatan dan perairan Indonesia sekitar selat Malaka yg selama ini dikuasai Singapura.
- Setiap hari sekitar 20 ribu pesawat yg melewati kawasan udara Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.
- Semua penerbangan membayar Air Transport Control Fee (ATC Fee) atau Jasa Pandu Udara kepada otoritas bandara Singapura.
- Tarifnya 1 USD per mile. Satu kali pandu pesawat jaraknya sampai 20 - 50 mile
- Diperkirakan Singapura mendapat ATC Fee sebesar 10 milyar USD per tahun.
- Semua ATC Fee akan masuk ke Indonesia.
8. Berakhirnya perjanjian kebebasan pesawat tempur Singapura melakukan latihan terbang tempur dengan negara mitranya di udara laut China Selatan.
- Sekarang semua pesawat Angkatan Udara Singapura bila mau terbang harus ijin Indonesia.
2019 - 2024 Indonesia Maju
Billa Bill