Selasa, 08 Januari 2019

FREEPORT DAN ORBA

*FREEPORT DAN ORBA*

*_Akankah terulang kembali modus OrBa utk meraih Kekuasaan???_*

*KISAH LAMA YANG PERLU DIBACA ULANG*

*JFK Dibunuh, Sukarno Lengser, Freeport ‘pun Deal!*

“Kennedy berpikiran progresif. Ketika aku membicarakan masalah bantuan kami, dia mengerti. Dia setuju. Seandainya Presiden Kennedy masih hidup, tentu kedua negara tak akan berseberangan sejauh ini,” kata Sukarno dalam oto-biografinya yang ditulis Cindy Adams mengenang kematian John Fitzgerald Kennedy (JFK), Presiden Amerika Serikat (AS) ke-35 yang tewas ditembak pada 22 November 1963.

*JFK memang salah satu sahabat dekat Sukarno. Kedua pemimpin ini cocok bergaul. Lantaran itu pula hubungan Indonesia dan AS membaik setelah sempat renggang pada masa Presiden Eisenhower.*

Saat Sukarno datang ke AS, Kennedy menyambutnya dengan hangat dan memberinya helicopter sebagai kenang-kenangan. Kennedy ‘pun berjanji akan mengunjungi Indonesia pada 1964. Merespon itu, Sukarno bahkan membangun sebuah paviliun khusus di Istana Negara untuk menjadi tempat Kennedy menginap saat di Jakarta. Sayang, Kennedy tak pernah menempati bangunan itu, karena buru-buru ditembak.

Sebagian pihak menilai pembunuhan Kennedy penuh nuansa politis. Adakah pula termasuk politik penggalian emas PT Freeport?

Lisa Pease membeberkan dalam artikel berjudul “JFK, Indonesia, CIA, and Freeport” di Majalah Probe 1996. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC.

*Freeport ternyata sudah lama mengincar Papua.* Tahun 1959, Perusahaan Freeport Sulphur nyaris bangkrut karena tambang mereka di Kuba dinasionalisasi oleh Fidel Castro. Dalam artikel itu, disebut berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Di tengah kondisi perusahaan yang terancam hancur itu pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur menemui Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen.

Gruisen bercerita dirinya menemukan laporan penelitian di Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Disebutkan tembaga di gunung ini tak perlu susah-susah digali, tinggal meraup, karena berada di atas tanah.

Wilson tertarik dan mulai mengadakan survei ke Papua. Dia setengah gila kegirangan karena menemukan gunung itu tak hanya berisi tembaga tapi emas! Ya, dia menemukan gunung emas di Papua.

Tahun 1960, suasana di Papua tegang. Sukarno berusaha merebut Papua dari Belanda lewat operasi militer yang diberi nama Trikora. Freeport yang mau menjalin kerjasama dengan Belanda lewat East Borneo Company pun belingsatan. Kalau Papua jatuh ke Indonesia bisa runyam urusannya. Mereka jelas tak mau kehilangan gunung emas itu.

Wilson disebutkan berusaha meminta bantuan JFK. Tapi, tentu Presiden AS itu malah kelihatan mendukung Sukarno. JFK pula yang mengirimkan adiknya Bob Kennedy untuk menekan pemerintah Belanda agar tak mempertahankan Papua. JFK juga yang mengancam Belanda akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II, terpaksa menurut.

Kontrak Freeport pun buyar. Apalagi Sukarno selalu menolak perusahaan asing menancapkan kaki mereka di Papua. Pada perusahaan minyak asing yang sudah kadung beroperasi di Riau,Sukarno meminta jatah 60 persen untuk rakyat Indonesia.

Kekesalan mereka bertambah, JFK akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia.

*Sebutir peluru menghentikan langkah JFK. Kebijakan pengganti JFK langsung bertolak belakang. Indonesia pun makin jauh dari AS dan semakin mesra dengan Blok Timur yang bernuansa komunis.*

*Tragedi September 1965 menghancurkan Sukarno. Dia yang keras menolak modal asing, digantikan Soeharto.*

Setelah dilantik, *Soeharto segera meneken pengesahan Undang-undang Penanaman Modal Asing pada 1967. Freepot menjadi perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto.*

Ironisnya, pemerintah Indonesia hanya dapat jatah 1 persen. Kontras sekali dengan apa yang diperjuangkan Sukarno.

Kalau JFK dan Soekarno masih ada, tak akan ada Freeport di Papua

http://sejarahri.com/jfk-dibunuh-sukarno-lengser-freeport-pun-deal/

Kira-kira Isu PKI bangkit sekarang ini ada hubungannya dengan Pemerintah yang berhasil memaksa Freeport untuk divestasi saham ke Indonesia sebesar 51 persen......??

*UJI KECERDASAN ANAK BANGSA DAN SEBERAPA BESAR NYALINYA MENGHADAPI PROXY IMPERIALIS*


Minggu, 06 Januari 2019

BANTAH FITNAH "QUBURRIYUN" !!

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

BANTAH FITNAH "QUBURRIYUN" !!

JIKA amaliah ziarah kaum Muslimin di sangka kuburriyun oleh sekte wahabiyyun yg mengaku paling nyunnah.
.
SUDAH sampaikah hadist ini jika mengaku kembali kepada al Qur'an dan as Sunnah, manhaj ngaku ikut ulama salaf ?!."
.
TENTANG fakta bahwa orang mati bisa berdialog dgn yg orang masih hidup, dari hadits berikut dari Abu Hurairah رضي الله تعالى عنه :
عن أبى هريرة قال النبي صلى الله عليه وسلم :
ما من أحد يسلم علي إلا رد الله علي روحي حتى أرد عليه السلام , أخرجه
___________
RASULULLAH bersabda, Tidak ada salah seorang yg memberikan salam kepadaku, kecuali Allah mengembalikan ruhku, sehingga aku menjawab salam".
(HR. Imam Dawud, Baihaqi).
.
Dari ABU HURAIRAH رضي الله تعالى عنه berkata, Rasulullah ﷺ ziarah kubur ibunya, kemudian menangis dan tangisnya menangiskan orang² disekitarnya, kemudian bersabda :
"Aku mohon izin Tuhanku agar mengampuninya, dan Dia tidak memberikan izin kepadaku, dan aku mohon izin utk berziarah ke kubur ibunya, dan aku diizinkan, maka berziarahlah kamu karena berziarah itu dapat mengingatkan mati".
(HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majjah,an Nasai).

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mengenai hukum ziarah kubur ini terbagi [DUA PEMBAGIAN], hukum ziarah kubur bagi laki² dan hukum ziarah kubur bagi perempuan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
____
=>[1]. HUKUM ZIARAH KUBUR BAGI LAKI² menurut jumhur Ulama’ adalah sunnah, disyariatkan oleh agama, menurut Imam ibnu Hazmin karena ada perintah dari Rasulullah dengan lafadz “fazuuruha” maka hukum ziarah kubur adalah wajib, sekalipun hanya sekali dalam seumur hidupnya.
________
Pendapat sebagian ULAMA’ SALAF maupun KHALAF mengenai hal ini :
__
a) Ibnu Hajar Asqalany mengatakan bahwa : "bab ziarah kubur, maksudnya adalah bahwa ziarah kubur itu disyariatkan....."
__
b) Imam Abil ‘Ula Mubarakfury didalam Tuhfatul al Ahwadzi bi-Syarah Jami’ / sunan at-Turmudzi mengatakan :
"Sabda Nabi ﷺ , Allah telah mengizinkan kepada Muhammad utk menziarahi ibunya, hal ini menunjukkan atas dibolehkannya ziarah kubur keluarga yg tidak mengenal Islam, sabda Faruzuuha menunjukkan perintah, berupa istihbab (disunnahkan), yg demikian inilah pendapat jumhur Ulama’.
__
c) Imam an Nawawi didalam Majmu’ Syarh al Muhadzdzab mengatakan bahwa :
"Adapun hukum ziarah kubur, maka telah sepakat nash² imam Syafi’i dan para pengikut (ashhab)nya bahwa ziarah kubur disunnahkan bagi laki² .
____
=>[2]. Berbeda dgn laki², HUKUM ZIARAH KUBUR BAGI PEREMPUAN ada perbedaan pendapat yg sedikit tajam antara para Ulama’, ada yg mengatakan :
__
a). Haram karena perempuan yg ziarah akan mendapat laknat, disebabkan bahwa kebanyakan perempuan mempunyai perasaan yg sangat halus dan sensitif, sehingga dgn mudah akan menimbulkan kesedihan dan kepedihan baru, kesabarannya tidak terkendali, dgn demikian muncullah hal² yg dilarang agama.
__
b). Makruh apabila seorang perempuan berziarah dan ia tidak menimbulkan hal² yg dilarang agama sebagaimana disebutkan diatas, maka hukumnya makruh.
__
c). Boleh bahkan disyariatkan, yaitu disyariatkan sebagaimana hukum ziarah kubur bagi laki². Karena ziarah kubur dapat mengingatkan mati dan akhirat, sementara mengingat mati dan akhirat sama² disyari’atkan baik bagi laki² maupun perempuan.
(Nukil dari Fathul Bari).

قال النبي صلى الله عليه وسلم :
ما من رجل يمر بقبر الرجل كان يعرفه في الدنيا فيسلم عليه
إلا رد الله روحه حتى يرد عليه السلام
_______
Nabi ﷺ bersabda, "Tidak ada salah seorang muslim yg lewat kuburan seseorang yg ia kenal di dunia, kemudian ia memberikan salam kepadanya, kecuali Allah mengembalikan ruhnya, sehingga ia menjawab salam.”
(HR. Abu Dawud).
والله أعلم بالصواب
.
.
.
👤. Musa Muhammad
👤. Salafy Taubat


Sabtu, 05 Januari 2019

JOKOWI DI MATA KYAI LOKAL NU

JOKOWI DI MATA KYAI LOKAL NU

Oleh : Gus Irfan Nuruddin ( Juni 2014 )

--Berawal dari seringnya mendapat pertanyaan dari teman-teman alumni Pondok  Langitan, perihal sosok Jokowi,  bagaimana keislamannya dan kiprah dia sewaktu menjadi Wali Kota Solo. Pertanyaan tersebut ada mungkin karena seringnya kampanye hitam yang mereka terima, baik melalui SMS, transkrip pembicaraan, media cetak maupun di sosial media.<>

Awalnya saya jawab, “Menurutku, sepengetahuanku….” Tapi jawaban seperti itu, bagiku sendiri juga tidak afdhol, kurang begitu shohih, tsiqoh, aku iki lho sopo (saya bukan siapa-siapa)?

Kemudian saya berinisiatif untuk mendapatkan info tentang Jokowi dari sumber yang tsiqoh, yang tahu dan kenal dekat dengan Jokowi, dan yang aku tahu adalah KH. Abdul Kareem, seorang hafidzul Qur’an dan juga Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zayyady, Laweyan, Solo. Untuk masyarakat Solo dan sekitarnya pasti tahu siapa beliau. Beliau juga sahabat sekaligus mentor Jokowi.

“Pak, keislaman Jokowi niku pripun (bagaimana sebenarnya keislaman Jokowi)?” tanyaku langsung ke masalah. Siang itu, Ahad  22 Juni di ndalem beliau, Tegal Ayu, Laweyan, Solo.

“Islam-imanipun Jokowi miturut kulo sae, saestu sae (baik, benar-benar baik). Saya kenal Jokowi jauh sebelum dia menjadi walikota, ketika dia menjadi ketua Asmindo, Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia, dia punya perusahaan mebel namanya ‘Rakabu’. Dia aktif mengikuti pengajian-pengajian saya. Dan dikemudian hari membentuk majlis pengajian Pengusaha Islam Muda yang namanya Bening Ati, pengasuhnya kulo kiyambak (saya sendiri), Pak Yai Nahar, (Pengasuh PP Ta’mirul Islam waktu itu) dan juga PakYai Rozaq, (Pengasuh PP Al Muayyad).

Tapi beberapa tahun majelis pengajian berlangsung, kemudian goyah, karena beberapa anggotanya sama mencalonkan dirimenjadi Wali Kota, Pak Jokowi sendiri, Pak Purnomo, (sekarang menjadi Wakil WaliKota Solo) dan Pak Hardono. Lah kulo ‘kebagian’ mendukung Pak Jokowi, dan pada saat itulah saya tahu betul bagaimana Pak Jokowi, sebab renteng-renteng bareng kemana-mana, puasa Senin-Kemisnya tidak pernah ketinggalan, tahajudnya juga luar biasa, sama sekali tidak pernah tinggal Jum’atan, apalagi cuma sholat lima waktu yang memang dah kewajiban. Keluarga Jokowi juga Islamnya taat, adik-adiknya putri semua berjilbab itu juga sejak dulu, dan juga diambil mantu oleh orang-orang  yang Islamnya baik semua, Jenengan ngertos kiyambak tho Gus?” jawab beliau lugas.

  “Tapi kulo gih tidak habis pikir, kenapa orang yang jelas-jelas keislamannya kok diisukan kafir, keturunan nasrani, cina dan lain-lain, hanya karena perbedaan politik, tur itu yang mengisukan yo wong islam dewe… Kulo ape meneng wae opo yo trimo, opo yo pantes, dulur Islam dikafir-kafirke kok meneng ora mbelani, opo yo pantes…” ucap beliau dengan berusaha keras menahan air mata sehingga mata beliau memerah. Suara beliau sengau menahan isak.

Melihat pemandangan seperti itu, hatiku rasanya ngilu, seperti diremas-remas oleh kekuatan dunia lain, betapa ringannya orang mempolitisasi agama untuk kekuasaan, aku terdiam lama, untuk meneruskan pertanyaan rasanya tidak mampu.Terbawa suasana yang tiba-tiba mengiris-ngiris kalbu.

“Ya memang Pak Jokowi bukanlah santri ndeles kados Jenengan Gus, bacaannya tidak sebagus santri-santri Muayyad, tapi opo terus kekurangan seperti itu menjadikan dia pantas dicap abangan, gak ngerti agomo…apalagi kafir?” Dengan menahan isak pertanyaan tersebut terucap.

Memang isu Jokowi sebagai orang abangan atau kejawen itu dimunculkan sejak Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta dua tahun lalu, dan setahuku Jokowi waktu itu sama sekali tidak menggubris isu-isu tersebut. Dan rupanya isu-isu tersebut dimunculkan lagi saat pilpres ini dan lebih masih dan dasyhat, sehingga pada waktu  Jokowi sowan ke Pak Dul Kareem (begitu aku biasa menyebut KH Abdul Kareem Ahmad), 6 Juni lalu, JOKOWI madul, “Kulo kiyambak Gus Kareem, bisa menahan diri difitnah-fitnah seperti itu, tetapi menawi kalau itu ibu saya, ibu saya difitnah kafir, nasrani,… kulo sing mboten saget nrimo (tidak apa saya difitnah, tapi kalau ibu saya yang difitnah kafir, nasrani, saya tidak terima),” kata Jokowi ditrukan Pak Dul Kareem. Lah dalah, aku merinding mendengar cerita tersebut.

Mungkin juga, Jokowi dianggap orang abangan karena dia diusung oleh PDIP yang identik dengan abang-abang, padahal PDIP Solo, sangat agamis, punya masjid sendiri di depan Kantor PDIP di Brengosan, dan masjidnya makmur, setiap minggu ada kegiatan semaan Al Qur’an bil ghoib dan pengajian rutin. Tur juga, partai yang terkuat di Solo adalah PDIP, partai-partai lain yang berbasis Islam seperti PPP, dan PKB sama sekali gak ada baunya, kecuali PAN dan PKS-mambu-mambu sitik (partai Islam di Solo tidak terlalu kuat).

Sebetulnya obrolan tersebut sangat panjang dan beragam masalah yang didawuhkan oleh Pak Dul Kareem, tapi karena terbatasnya halaman, aku singkat semua obrolan tersebut dengan sebuah pertanyaan, “Bagaimana kepemimpinan Jokowi selama menjadi wali kota Solo, ketegasannya dan juga kebijakannya, terutamapada umat Islam?”

“Kebijakkan Pak Jokowi selama di Solo, sama sekali tidak ada yang merugikan umat Islam, kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan masalah agama selalu dikonsultasikan dulu pada ulama Solo, terutamanya pada Kyai Durrohim, Mustasyar NU waktu itu. Dan kebijakan Pak Jokowi itu bersifat Islam subtantif Gus, tur yo merakyat tenan, umat Islam di Solo itu kan mayoritas dan juga kalangan bawah, jadi  Pak Jokowi untuk mengangkat ekonomi rakyat kecil dengan menbangun banyak pasar-pasar tradisional, minimarket tidak boleh buka 24 jam, tidak mengizinkan mall-mall ada lagi,jarene Pak Jokowi, kalo umat Islam sejahtera maka masjid dengan sendirinya akan dipenuhi jama’ah, gitu Gus,” jelas Pak Dul Kareem padaku.

Memang yang kudengar selama ini ya begitu itu, bahkan Jokowi berani menentang kebijakan Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah yang mengizinkan  dibangunnya mall di Sari Petojo, sebab memang tanah Sari Petojo adalah milik propinsi, dan berhubung itu berada di daerah Solo, pembangunan tersebut tidak diizinkan oleh Jokowi, karena tidak berpihak pada ekonomi rakyat kecil di sekitarnya.

“Contoh lain, lokalisasi Shilir yang ada di Semanggi setahun menjadi Wali Kota, ditutup oleh Pak Jokowi, dan kemudian dibangun sebuah pasar untukmenghidupkan perekonomian warga sekitar. Dan yang mengisi pasar tersebut adalah para pedagang loak yang di Banjarsari, di sana itu ada sebuah monument yang menjadi cagar budaya, kumuh dan kotor karena di tempati oleh PKL-PKL yang tidak teratur. Dan cara memindahkannya pun, Masya Alloh, sangat manusiawi, nguwongke uwong tenan, perwakilan PKL di undang makan di Lodji Gandrung sampai puluhan kali kalau tidak  salah untuk berdiplomasi dengan para pedagang, dan ketika para pedagang menerima dipindah, mindahnya pun tidak dengan kekerasan, dipawaikan… dikirab dengan marak… podo ditumpakke  jaran, seneng tenan… podo diuwongke mbek Wali Kotane… (proses pemindahan tidak dengan kekerasan, semua pihak merasa dihargai),”  cerita PakDul Kareem panjang lebar.

Aku membayangkan kemeriahan tersebut dan kegembiraan warganya yang merasa dimanusiakan oleh pemimpinnya. Selama sebelum Jokowi, Solo kumuh dan semrawut, dan  sekarang terlihat lebih hijau dan rapi, meskipun tidak semuanya, tapi itu jauh lebih baik dari pada masa-masa sebelum Wali Kota Jokowi. Dan ketika Shilir di tutup, Habib Syekh yang memang tinggal di Semanggi mendirikan majelis “Shilir Berdzikir” yang menjadi cikal bakal Ahbabul Musthofa saat ini.

Solo saat ini jadi lebih hijau dhohiron wa bathinan, peringatan hari besar Islam juga lebih semarak, ada Parade Hadrah setiap Rajab, Festival Sholawat, kegiatan dzikir tahlil dan barzanji semakin marak, ada setiap saat, tidak hanya di masjid-masjid tapi juga di hotel-hotel mewah. Itu semua sebab kebijakan-kebijakan Jokowi dalam membangun Solo sebagai Kota Sholawat dan juga Spirit of Java. Sholawat Barzanji yang awalnya sesuatu yang jarang, karena NU di Solo adalah minoritas, sekarang menjadi hal yang seakan harus hadir dalam setiap moment, iya, sejak Jokowi menjadikan Majelis Dzikir dan Sholawatan sebagai tamu rutin di Balai Kota setiap Rabiul Awwal. Tidak hanya itu, di Rumah Dinas beliau, Lodji Gandrung dijadikan tempat rutin taraweh ala Masjidil Haram, 23 rakaat beserta witir dan mengkhatamkan Al Qur’an.

“Ketika Jamuro pertama kali diundang di Balai Kota, Pak Jokowi memberi kenang-kenangan, dalam bungkusan yang sangat tebal, kulo ngiro niku isinya arto Gus, tapi jebule stiker (saya kira isinya uang, tapi sertanya isinya stiker) bertuliskan, “Jamuro, dengan Bershalawat Kita Semua Selamat Dunia Akhirat.”

Aku tertawa mendengar cerita tersebut, sebab kenang-kenangan tumpukan 5000 stiker sebesar uang kertas, dibungkus dengan rapi kertas coklat, yang dibuka di depan umum, bisa menjadikan orang menyangka itu adalah uang puluhan juta. Jebule cuma stiker.

Jamuro, singkatan dari Jam’ah Muji Rosul, awalnya hanya majlis dzikir tahlil dan pembacaan Barjanji yang menjadi rutinan segelintir jamaah, tapi sekarang jama’ahnya puluhan ribu dari Solo dan sekitarnya. Dan Pak Jokowi adalah salah satu pembinanya.

“Lah ndilalah, Pak Jokowi satu tahun jadi wali kota, kulo kebetulan dados ketua PCNU Solo, jadi gih saget bersinergi dengan Pak Wali, dan Pak Jokowilah yang mengusulkan dan yang ngobrak-ngobrakki agar di bentuk Ranting NU di seluruh Solo, ada 51 Ranting, dan ini baru pertama kalinya PCNU Solo punya ranting, itu berkat Pak Jokowi dan Pak Jokowi juga yang membuatkan 51 papan nama untuk ranting NU tersebut,” cerita Pak Dul Kareem dengan antusias.

“Di antara juga, shalat Idul Fitri bisa terlaksana di Balai Kota, itu juga kebijakan Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri yang menutupi dua arca yang di depan balai kota itu, pakai kain mori, ditutup sendiri, padahal untuk hal seperti itu, nyuruh ajudan kan bisa.” Saya jadi teringat ketika Jokowi ngangkati gong yang mau ditabuh oleh SBY, entah dalam pembukaan apa itu, aku lupa.

Hal-hal seperti itu tentu tidak pernah kita dengar dari mulut Jokowi sendiri, yang kita dengar hanyalah pembelaan, “Saya Islam, dan saya meyakini kebenaran Islam saya.” Dan pembelaan diri Jokowi bahwa dirinya dari keluarga muslim yang baik,  yang juga telah melakukan rukun Islam kelima, itu juga baru kita dengar setelah begitu gencarnya fitnah yang meragukan keislaman dia selama Pilpres 2014 ini. Selama Pilkada Jakarta, dua tahun lalu, JOKOWI membiarkan fitnah-fitnah itu bagai angin lalu, Islamku yo Islamku, lapo dipamer-pamerke… mungkin seperti itu pikirnya.  Padahal sekarang yang lagi naik daun adalah  “Akulah yang paling Islam, Akulah yang paling benar” yang lain KW.

Pak Kiai Dul Kareem, memang tidak semasyhur poro masyayih maupun poro mursyid, tapi beliau adalah orang yang ikhlas, dan juga salah satu tokoh yang nasehatnya di dengar Jokowi. Dan Jokowi pun tidak pernah menarik Pak Dul Kareem dalam ranah politik dia.

“Gus Kareem, saya minta dikawal sampai saya selesai, tapi Panjenengan hanya bisa menasehati kulo atau memberi usul, tidak bisa merubah kebijakan saya dalam hal pemerintahan. Kalo dalam hal wudhu, atau sholat, atau ibadah kulo yang salah, kulo menawi mboten nurut Jenengan, kulo monggo Jenengan sampluk. (Kalau dala urusan wudhu dan shalat saya salah, tolong saya diluruskan), itu perkataan Jokowi sendiri ketika dia menjadi Wali Kota Solo, begitu itu sosok Pak Jokowi Gus, tegas, semua bawahannya pasti tahu itu.” Akhir cerita PakDul Kareem, allohu yarham.

Terlepas dari penuturan di atas, Jokowi juga mempunyai banyak kekurangan, dalam pemerintahannya maupun perilaku. Dan itu kalau ditulis bisa jauh berlampir-lampir, beredisi-edisi, sebab mengurai kekurangan orang lain tidak akan habisnya. Ia hanyalah manusia biasa. Tapi aku hanya mengfokuskan diri menjawab pertanyaan teman-temanku selama ini.

Wallohu a’lam bisshowab.

Irfan Nuruddin, santri Pondok Pesantren Langitan, Khodimul ma’had Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo


Bersihkan MUI dari Penyebar Hoaks

*Bersihkan MUI dari Penyebar Hoaks*

Tahun 2017, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa No 24/2017 yang isinya mengharamkan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Tapi kita tahu, salah satu penyebar hoaks terbesar di Indonesia ternyata orang dalam MUI sendiri.

*Tengku Zulkarnaen adalah Wakil Sekjen MUI Pusat yang keranjingan menyebar fitnah. Isi Twitternya dipenuhi dengan berita bohong.* Sehingga banyak nitzen mebyebutnya dengan julukan :
*SIRAJA HOAX*

Yang terbaru, lelaki berjanggut yang kerap menggenakan gamis ini menuliskan cuitan mengenai tujuh kontainer berisi kertas suara berasal dari China, yang sudah dicoblos. Dia langsung menuding pasangan Jokowi-Ma'ruf berbuat curang.

*Padahal kita tahu, berita tersebut hanyalah hoaks.* Mudah saja melacaknya. Sampai saat ini desain surat suara saja baru diputuskan KPU. Bagaimana membuat surat suara palsu kalau desainnya belum ada?

Sebagai orang yang sehat akalnya, Tengku juga tahu informasi yang disebarkannya hanya berita bohong. Tapi dia gak peduli. Dia menyebarkan lewat media sosial.
*Targetnya agar kebohongan menjadi semakin masif. Agar rakyat resah.*

*Jika saja dia melakukan hal ini di zaman Orde Baru, pasti Tengku zul terkena UU Subversif.* Sebab menyebarkan hoaks mengenai Pemilu berpotensi mengganggu keamanan negara. Bayangkan, dia mempengaruhi orang lain agar tidak mempercayai kredebilitas sebuah momen politik penting.

Kali lain, dia menyebarkan foto bayi yang sedang diinjak. Tengku bilang bahwa itu adalah anak Rohingya yang disiksa tentara Myanmar. Padahal foto itu adalah bayi di India yang sedang menjalani pengobatan.  Dalam kasus Rohingya, dia juga memposting foto Banser yang katanya akan dikirim ke Rohingya. Padahal itu foto Banser yang sedang bersiap melawan HTI.

Hoaks lain yang dilemparkan Tengku adalah cuitannya yang menuding Rieke Dyah Pitaloka membela PKI, berdasarkan foto berita Kompas. Padahal Kompas sama sekali tidak pernah menurunkan berita yang disebarkan Tengku.

Ada banyak lagi fitnah dan kebobongan disebarkan lelaki ini. Dia mengaku sebagai ulama, tetapi terang-terangan melempar hoaks dan fitnah.
*Dari kacamata MUI yang telah mengekuarkan fatwa, kelakuan Tengku jelas seperti menyiram lembaga ulama itu dengan air comberan.*
MUI mengharamkan hoaks, pengurus MUI sendiri malah gemar melempar hoaks.

*Mengapa Tengku zulkarnen gemar mengumbar berita palsu ke publik ?* Kita tidak tahu alasan Tengku. Tapi kita tahu dampaknya buat masyarakat.

*Hoaks akan memunculkan kecurigaan berkembang di antara masyarakat.*
Curiga pada sistem. Curiga pada negara. Curiga pada Presiden. Kecurigaan itu menimbulkan keresahan. Juga memunculkan kebencian.

*Masyarakat yang resah mudah tersulut emosinya.* Jika kelompok-kelompok masyarakat hidup dalam sekam kebencian menemukan momentumnya, mereka akan mudah digosok untuk bertikai satu sama lain. Apalagi jika gosokannya memakai alasan agama. Bukan tidak mungkin kita akan saling bunuh karena hilangnya rasa percaya dan hidup dalam suasana curiga satu sama lain.

*Entahlah, Tengku ini kenapa diulamakan, lantas termasuk ulama jenis apa yang setiap saat bertindak untuk merusak masyarakatnya sendiri.*
Bukan hanya masyarakat yang dirusak. Perilaku Tengku seperti mengencingi lembaga MUI dengan terang-terangan.

*Lembaga yang mengharamkan hoaks, tapi memelihara pengurusnya sebagai penyebar hoaks.*

Jika MUI mau kredebilitasnya terjaga, tidak ada jalan lain selain memecat pengurusnya yang hobi menikmati perilaku haram. Sebab fatwa MUI jelas, hoaks adalah haram.

Memecat Tengku adalah jalan mengembalikan marwah MUI ke tempat terhormat. Agar umat tahu, fatwa MUI statusnya berbeda dengan catatan utang warung kopi.

Kecuali memang MUI hanya lembaga abal-abal yang hanya bisa mengeluarkan fatwa, tapi justru memelihara pengurus yang gemar melanggar fatwanya sendiri. Kalau memang begitu, siapa yang mau mengikuti fatwa-fatwa MUI?

Sebelum MUI memecat penyebar hoaks dari tubuhnya, gak usah lagi keluarin fatwa deh. Percuma. Wong, pengurusnya saja gemar melanggar fatwa MUI.

*Waspada proxy imperialis terus menebar hoax fitnah keji*


Jumat, 04 Januari 2019

BEDANYA OPOSISI DAN PROXY

*BEDANYA OPOSISI DAN PROXY*

*OPOSISI*
Keberadaan OPOSISI dinegara demokrasi adalah suatu keniscayaan. OPOSISI terdiri dari partai dan simpatisanya yang kalah dalam bersaing merebut kekuasaan.
Keputusan partai untuk menjadi OPOSISI lebih mulia dimata simpatisanya dari pada sekedar melobi untuk diberi jatah jabatan. 
Dengan adanya partai OPOSISI tentu Penguasa ( Pemerintah ) tidak bisa membikin kebijakan yang semena mena yang merugikan rakyat. Partai OPOSISI akan selalu memantau dan mengkontrol kebejikan pemerintah bahkan mengoreksi dan mengkritisi ( bukan mencaci maki dan membuly ) jika ada kebijakan pemerintah yang tidak berfihak kepada rakyat.

*PEMERINTAH DAN OPOSISI MEMPUNYAI KEPENTINGAN YANG SAMA DEMI KESEJAHTERAAN DAN KEJAYAAN BANGSA DAN NEGARA*

*PROXY*
Keberadaan PROXY selalu ada dari masa kemasa.

PROXY adalah penghianat bangsa dan negara yang bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara lain yang iri dengan kekayaan alam Indonesia.
Proxy akan selalu propaganda memmengaruhi rakyat untuk menetang dan melawan pemerintah yang sah. Tak segan segan mencaci maki menfitnah dengan keji dan membuly  siapapun yang tidak sefaham dan sejalan dengan misinya. Meskipun jumlahnya sangat sedikit  terlihat sangat berani.
Karena Proxy didukung dan didanai bahkan pada saatnya dipersenjatai untuk menciptakan kekacauan dan ketakutan hingga negara hancur berantakan.
Tujuanya jelas untuk  memberikan jalan kepada bangsa dan negara lain agar bisa melakukan perampokan  kekayaan alam bahkan penjajahan.

*KESIMPULANYA*

*OPOSISI YANG MENGKRITISI TANPA MENCACI MAKI DAN MEMBULY LAYAK DIPUJI*

*proxy harus dilawan jangan sampai masyarakat banyak yang terhasut jadi korban*


Kamis, 03 Januari 2019

Pesan-Pesan Terbaru Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rois Am Jam'iyah Ahlit Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyah

*Pesan-Pesan Terbaru Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rois Am Jam'iyah Ahlit Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyah*:

1. Hargailah presiden yang sedang menjabat, karena menghormati kepala negara itu wajib demi menjaga wibawa bangsa dan persatuannya.

2. Jangan mencemooh, menjelekkan dan menjatuhkan. Tinggal pilih saja nanti capres yang dianggap terbaik untuk bangsa dan umat..

3. Caleg dan capres itu aset bangsa. Silahkan pilih siapa saja tapi hormati semuanya..

4. Islam Nusantara adalah dakwah Islam yang selaras dengan kultur Nusantara.

5. Dakwah itu harus bijak. Sewaktu-waktu perlu tegas tapi tetap bijak. Tegas, bukan keras..

6. Habib itu tidak ma'shum. Hormati keturunannya, dan jangan terima kesalahannya..

7. NKRI itu sudah syariah. Kalau tidak syariah, maka tidak mungkin Indonesia merdeka dari penjajah, karena mengusir penjajah bagian dari perintah syariah.

8. Musik itu indah karena mengajarkan demokrasi, kebersamaan, kekompakan, kesantunan dan menebar kenyamanan.

Wallahu a'lam.
3/1/2019.
mugi manfaat.
.
Oleh Habib Muhdor Ahmad