Sabtu, 27 Oktober 2018

Kanker Ganas itu Bernama HTI



Peristiwa pembakaran bendera HTI di Garut dikapitalisasi oleh kelompok HTI. Meski organisasi anti-demokrasi ini sudah resmi dibubarkan. Namun, orang-orang yang berada di dalamnya terus melakukan upaya untuk menancapkan kukunya di negeri ini. Teranyar, HTI gencar melakukan provokasi dan agitasi bahwa, bendera yang dibakar adalah bendera tauhid.

HTI layaknya kanker atau tumor yang dapat mebahayakan Indonesia. Aksi dan kampanye HTI selalu mnengarah pada adu domba dan merongrong ideologi bangsa. Gerakan HTI sangat mengkhawatirkan. HTI mencederai kesakralan Hari Santri dengan menyusup ke dalam upacara resmi. Padahal, panitia tegas melarang bendera apa pun dikibarkan pada acara itu. Si penyusuplah yang melakukan provokasi dengan mengibar-ngibarkan bendera HTI.

Peristiwa itu pun digoreng HTI. Banyak masyarakat terprovokasi. Karena HTI membangun narasi bahwa yang dibakar adalah bendera tauhid. Padahal itu adalah bendera HTI. Konyolnya, HTI membantah itu benderanya. Jejak digital membuktikan, bendera itulah yang kerap digunakan HTI. Inilah skenario dan framing busuk ala HTI.

HTI menggiring opini bahwa yang dibakar bendera tauhid. Memantik sentimen sensitif anak bangsa agar bertikai. Menggembar-gemborkan aksi bela tauhid padahal sebenarnya aksi bela HTI. HTI saat ini sedang meminkan politik licik dan picik. Memanfaatkan situasi politik. Mengotori Hari Santri untuk mengacaukan ibu pertiwi. Jangan tertipu HTI!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar