[#DISINFORMASI] Gereja Bayar 50 Juta Untuk Pengamanan Ormas
Kategori: disinformasi, klarifikasi
#ISU
Beredar video di YouTube oleh Steven Indra Wibowo, Seorang mualaf (mantan Kristen) yang kini aktif berdakwah di lembaga Mualaf Center Indonesia yang menuturkan FAKTA mengejutkan bahwa ternyata ormas yang menjaga gereja itu dibayar Rp 50 juta.
Berikut penuturan dari beliau:
Ayah saya masih berdinas di PGI (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia), dia salah satu ketua PGI, masih aktif sampai hari ini. Ini informasi langsung dari Ayah saya sendiri, bukan katanya siapa-siapa. Satu gereja bayar 50 juta.....
Untuk melihat lebih lengkap: https://www.youtube.com/watch?v=0HaITszNzMM
Video tersebut tersebar secara viral di media sosial dan media daring.
Sumber: MEDIA SOSIAL dan MEDIA DARING
1). pic.twitter.com/u6HKnKA0WE
— Asan Bin Qomaruddin (@Ibnasanmail) 1 September 2018k
2). bit.ly/2PwK46A
Telah dibagikan sebanyak 1,090x saat tangkapan layar diambil
3).bit.ly/2Cf2XcB
Telah dibagikan sebanyak 1,133x saat tangkapan layar diambil
4). bit.ly/2Q1RaRt
Telah dibagikan sebanyak 304x saat tangkapan layar diambil
5).bit.ly/2MLKbOw klik untuk melihat Post publik
6). https://www.portal-islam.id/2018/09/terungkap-gereja-bayar-50-juta-untuk.html?m=1
Dst....
#PENJELASAN
PGI melalui Website resminya memberikan pernyataan jika apa yang disampaikan oleh Steven adalah bohong, selain itu menurut PGI, Steven bukan merupakan anak dari ketua PGI.
Berikut pernyataan yang dibuat oleh PGI
SIARAN PERS
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)
TERKAIT PEREDARAN VIDEO YANG MENDISKREDITKAN PENGAMANAN GEREJANI
Belakangan ini sedang beredar video di media sosial tentang pernyataan seseorang yang mengaku sebagai anak dari salah satu Ketua PGI, dan menyebutkan bahwa PGI membayar sebesar Rp 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) kepada kelompok muslim tertentu untuk pengamanan perayaan Natal setiap satu gereja. Disebutkan juga bahwa PGI menyediakan miliaran rupiah untuk maksud sama.
Terhadap hal ini Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan hal-hal berikut:
1 Berdasarkan pemeriksaan kami, orang yang mengaku sebagai anak dari Ketua PGI tersebut tidak dikenal dalam lingkungan PGI.
2 Dalam rangka pengamanan Natal dan perayaan-perayaan gerejani lainnya, PGI tidak pernah menyediakan dan mengeluarkan dana untuk biaya pengamanan. Bagi PGI, pengamanan perayaan hari-hari besar adalah tugas dan tanggung-jawab Kepolisian dan aparat negara lainnya.
3 PGI sangat menghargai inisiatif dan prakarsa yang timbul di masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengamanan perayaan hari-hari besar sebagai wujud kehidupan bersama dalam masyarakat yang majemuk, sebagaimana selama ini ditunjukkan oleh Banser NU, GP Ansor dan lainnya. Prakarsa dan kerjasama bagus seperti ini hendaknya tidak dirusak oleh isu yang tidak bertanggungjawab yang dapat menegasikan semangat gotong royong dan kesukarelawanan yang sudah lama tumbuh di masyarakat.
4 PGI meminta gereja-gereja dan masyarakat untuk tidak terpancing atas beredarnya video tersebut dan tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, seraya terus membangun kerjasama lintas suku, ras dan agama.
Jakarta, 3 September 2018
HUMAS
Irma Riana Simanjuntak
081275745533
Referensi:
1). https://pgi.or.id/siaran-pers-pgi-terkait-peredaran-video-yang-mendiskreditkan-pengamanan-perayaan-gerejani/
2). Press Release PGI-Video yang mendiskreditkan PGI
3). https://www.viva.co.id/berita/viva-fakta/1071235-menguak-kebohongan-isu-banser-nu-dibayar-rp50-juta-untuk-jaga-gereja
4). https://m.detik.com/news/berita/d-4195520/tepis-video-viral-pgi-tegaskan-tak-bayar-banser-untuk-jaga-gereja?_ga=2.79952471.1975748834.1535980592-1180501584.1447564283
Senin, 03 September 2018
Berita Fitnah Kepada Banser yg katanya di beri dana 50 juta untuk jaga gereja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar